Saturday, December 17, 2011

Rencana liburan Natal dan Tahun Baru..

Akhirnya selesai juga perkuliahan semester ini....alhamdulilah
Senangnya.....pulang kampung...
Liburan kali ini banyak rencana....rencana untuk belajar J
  1. Belajar otodidak tentang bidangku di Advertising.
Selama liburan aku ingin banyak belajar design dengan photoshop, corel dan program-program edit film. Sebenarnya ini menyenangkan, tapi karena komputerku tidak mampu menampung semua program itu jadinya aku tidak dapat bereksplor sendiri. Setidaknya jika aku sampai rumah aku bisa menggunakan komputer adikku. Awal semester depan aku ingin sekali membeli komputer, supaya aku bisa latihan menggunakan program-program itu di kamar kosku. Tapi aku tidak tau, bagaimana mendapatkan uang, selain dari duit orang tua. Mungkin aku harus lebih bersabar.

  1. Membuat proposal magang dan mencari tempat magang
Rencana belajarku berkaitan dengan program magangku. Aku harus belajar lebih supaya jadi bekal aku pas magang. Aku ingin sekali magang di Kompas Gramedia atau di majalah anak dari Kompas Gramedia. Kebanyakan teman-temanku ingin magang di stasiun televisi atau radio, aku sendiri kurang tertaring, aku lebih memilih magang di majalah atau surat kabar. Aku ingin berexplore pada advert dan tentunya menulis.

Temanku menawarkan untuk magang di bali, majalah Magic Wave. Aku cari informasi mengenai majalah itu dan aku rasa akan sangat menyenangkan. Temanku mengatakan bahwa, magang disana posisinya lebih flexibel. Mereka bekerja dengan flexibel karena tidak terlalu terkait dengan struktur organisasi, walaupun memang ada. Jadi kita dapat mencoba berbagai macam posisi, semisal tidak hanya reporter tapi juga bisa design dan lainnya, saling membantu satu sama lain, tidak kaku terhadap struktur.

Temanku juga mengatakan bahwa kebanyakan bekerja dilapangan mencari berita, mencari data event dan lainnya. Sangat menyenangkan pastinya. Belum lagi kita bisa menambah teman orang bule, hehehe. Tapi jika ku magang di bali, biaya hidupku bertambah lagi, aku harus mencari tempat tinggal dan untuk makan sehari-hari. Apalagi katanya biaya hidup di bali cukup mahal, jika di jakarta aku bisa tinggal di rumah, makan masakan mama, ga perlu cari makan di luar. Mungkin ini akan aku diskusikan dengan keluargaku terlebih dahulu. Bali sepertinya sangat menyenangkan. Hmmmm.

  1. Membuat essay untuk scholarship IELSP ke 2
Aku belum diterima scholarship IELSP yang kemarin L sempet nangis sih, karena aku berharap banyak. Rasanya enggan untuk komentar banyak mengenai hal ini. Kata mba Ve “Tuhan memiliki rencana yang lebih bagus, ketimbang rencanamu” yap, tentu saja aku setuju. Sekarang yang mau aku lakukan adalah mencoba lagi, sekali lagi.  Aku teringat akan kata-kataku sewaktu menunggu pengumuman kelulusan, aku bilang pada temanku “Kalau aku ga diterima, aku mau ikut lagi, soalnya kalo aku diterima yang selanjutnya, perginya pas musim salju, kalo yang ini keterima kan perginya pas musim kemarau, jadi ga bisa liat salju”. Dari perkataanku yang tadi, mungkin bekerja sepeti doa, yak ternyata aku beneran ga diterima, dan semoga saja yang selanjutnya bisa keterima, amiiin ,kan pas musim salju, hehe. Aku hanya ingin berusaha dengan baik, menikmati usahaku, berusaha dengan baik merupakan salah satu moment yang indah dalam hidup.

“Saat-saat terindah dalam kehidupan manusia adalah ketika ia bekerja dengan sangat keras dan berkeringat, kenyamanan yang dapat dibeli dengan uang tidak bisa menandingi saat itu”
Sempat aku tarik menarik dengan bagian diriku yang males ini, dorongan seperi tidak usah mencoba lagi dan lebih baik melupakan. Akan tetapi, sisi lain diriku yang bersemangat rupanya lebih kuat mendorong, dan aku akan mencobanya.

Ketika aku berada di GAP untuk mengurus serifikat Campus Jazz. Aku melihat orang memakai jaket IELSP, aku mengamati jaket orang itu. Ingin rasanya menanyakan bagaimana bisa mendapatkan jaket itu, mungkin ia pernah lolos seleksi, wuaaaaa.. ingin tanya-tanya, tapi kenalpun tidak. Lalu tinggal pergi orang tersebut. Beberapa jam kemudian, aku menemukan orang itu lagi dengan jaket IELSPnya di kosanku, dorongan untuk menyapa semakin kuat, tapi orang itu keburu pergi, melesat dengan motornya. Yahhh.

Jumat sore kemarin, aku menonton film “satu jam saja”, pemainnya Vino G Bastian, Revalina S Temat dan Andika Pratama. Dalam film itu si Vino berhasil mendapatkan beasiswa ke Jerman setelah kali keduanya mencoba. Aku berfikir sesaat, Jaket dan Film, apakah ini tenda bahwa aku harus semangat, aku harus berani mencoba lagi. Mereka seolah-olah mengajakku, mengatakan padaku “Ayo daftar lagi, pasti bisa, insyaAllah”. Ada-ada saja aku ini, hehe, Aku si penghayal. Lalu aku memutuskan untuk mencobanya lagi. Liburan ini aku harus membuat essay dan mempersiapkan segalanya. Lancarkan Ya Robb, segalanya aku kembalikan lagi padamu.

Akupun menyadai, ini belum seberapa dalam kehidupan, kita akan banyak menemui penolakan dan masalah hidup lainnya, kalau tidak kita sendiri yang menyemangati diri dan bergerak, lalu siapa lagi, tentunya selain Tuhan. Orang besarpun, bereka berusaha berulang kali untuk mencapai tujuannya, masa aku gini doang langsung menyerah, hehe. Tidak usah terburu-buru, menunggu setahunpun tak apa untuk IELSP,hehe memang butuh kesabaran dan tidak pantang menyerah, sambil menunggupun aku bisa melakukan hal-hal berguna lainnya.
“Bila sudah berupaya maksimal, sebatas kemampuan diri. Kegagalan tidak akan mematahkan semangat kita”

  1. Nonton Film dan Baca Buku
Lebih baik tidak usah dijelaskan lagi. I LOVE IT. Buku-buku dan film-film sepertinya sudah mengantri untuk ku jamah sejak semester sebelumnya. Bagiku menonton film dan membaca buku adalah belajar...sangat menyenangkan.
JMenjelang Natal dan Tahun baru biasanya film-film di televisi juga bagus-bagus. Waaah. Can’t wait.

  1. Merencanakan buat film Pendek bareng Pacar pake kamera SLR barunya, hehe
Setelah aku membuat film pendek bersama teman-teman kelompok ku, dalam rangka tugas kuliah. Aku adan pacarku ingin sekali membuat film pendek lainnya yang simpel-simple saja, pas liburan, untuk menambah kesibukan, daripada pacarannya cuma keluar makan dan jalan-jalan tanpa arti, hehe. Aku sudah mulai memikirkan ide-ide dan akan aku buat naskah dan skenarionya. Pasti menyenangkan.

  1. Hunting buku dan film..yeeeey
Surga dunia...... love it <3

  1. Bantu pacar jualan di Onlineshop terbaru “RumaKunik”
Aku sangat senang kalau pacar mulai punya ide-ide menarik, baru-baru ini ia mengajak ku untuk mulai menseriusi onlineshop, apa saja bisa dijual, sisa-sisa dari online shop kemarin yang belum terjual juga ada barang-barang baru lainnya dari teman kantornya.
Aku mengatakan padanya bahwa belakangan tugasku banyak, dan aku pesimis untuk bisa membantunya, karena jarang yang terlampau jauh (jakarta-salatiga). Ia meminta bantuanku hanya sekedar dalam mengupdate status barang-barang jualan di sosial media, dan aku meng-iyakan. Maaf ya car #pacar ga bisa bantu banyak, tapi aku selalu mensupportmu kok, kalo ga terlalu ribet aku bisa bantu apalagi, liburan ini kita kan berada di kota yang sama J
  
di follow ya @RumaKunik

Rencana Liburan 3 minggu sudah dibuat, tinggal di realisaikan. Semoga berjalan lancar, semoga liburan ini menyengangkan. Kangen Mamaaaaaaa!!! Kengan jakarta tentunya, all about Jakarta lah...

sekian. 
Love,

Friday, December 16, 2011

Rasa....

Ah...susu ini sungguh menyegarkan....

Aku pulang sambil meminum susu coklat dingin ini, entah kenapa tiba-tiba ingin membeli ini sekedar menyegarkan pikiran dan hati. Aku berjalan menuju kos dengan gaya anak2 yang ceria sambil meminum susu. Bukan berarti aku dalam keadaan senang, setidaknya acting muka senangku dapat mengundang kesenangan untuk datang padaku perlahan-lahan, orang bilang namanya sugesti.

Tak ada hubungannya mungkin, bisa saja aku membeli jus, es kelapa atau yang lainnya untuk menyegarkan, dan melepas penat. Tapi, kenapa aku memilih susu??entah. mungkin ada relasi khusus dengan apa yang aku rasakan dan seseorang yang ingin aku ceritakan. Sebut saja SA.

Bagaimana aku memulainya??
Don’t take life soo seriously. There are no survivor.
Aku meninggalkan SA yang sedang serius memandangi layar, semangat menggebu-gebu ingin cepat selesai dan mungkin agak memaksakan diri menyelesaikan tugas kelompok. Yah, ini tugas kelompok, dan dominasi ada di dia, SA.

Sudah lama aku meyadari sifatnya ini, sejujurnya tak boleh aku menghakimi sifat seseorang. Bagiku yang sangat bebas dan flexibel ini, manusia memiliki keunikan masing-masing. Segala logikaku tak lagi berlaku, jika aku sudah kembali kepada “Tiap-tiap orang menarik dan punya cerita, apalagi ketika Tuhan menciptakan seseorang dengan berbagai bentuk, maksud dan makna”. Rasanya tak berhak aku menilai sifat orang, menginginkan orang menjadi ini, menjadi itu dan lainnya.

Perbandingan adalah alat ketika kita melihat sesuatu, merasakan dan menilainya. Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa ini baik? karena ada yang tidak baik, bagaimana kita mengatakan ini manis? karena ada yg lebih tidak manis, kenapa ia sangat dominan dan bersikukuh ingin mencapai tujuannya?  karena mungkin ada orang yang tidak dominan/ pasif dan pemalas, yah perbandingan yang bekerja di otak kita secara sadar maupun tidak sadar, bahkan refleks.

Mungkin aku membandingkan diriku dan SA. Mungkin aku membandingkan yang lain dengan SA or whatever. Bagiku ini sebuah manipulasi, tak bisa kugolongkan sifatnya masuk ke bagian baik atau tidak baik. Disatu sisi, kebanyakan orang mendefinisikan sikap SA adalah baik , orang yang sukses harus memiliki sifat sepeti SA, namun disatu sisi, ketika sudah lebih mengenanya mungkin akan berbeda definisi, tak bisa aku katakan ini tidak baik, tidak, bukan itu, tapi ada rasa merugi dan terintimidasi, tidak dianggap, dan lainnya.
Hei, kenapa kamu menciptakan penilai seperti itu pada ku sobat?

Mungkin yang aku lakukan selama ini hanya mendukung, berharap kamu juga akan menyadari. Aku tidak sedominan kamu, jika berdebat akan suatu hal pun aku lebih baik mengalah, karena kamu selalu menang dan memaksakan kehendakmu. Kamu selalu mendapatkan perhatian dari orang akan dominasimu dan mereka menilai kamu sebagai orang yang menyenangkan.  

Eits, jangan dulu mengatakan aku iri padamu, tidak kawan. Kita bersahabat, pada saat-saat tertentu kamu begitu sangat menyenangkan, namun ada juga dimana kamu menjadi sangat menyebalkan. Saat itu menjadi menyenangkan, aku ingin men-stop waktu sejenak, dan ingin lebih lama denganmu dalam keadaan seperti itu. Namun aku tahu, kadang kamu akan menyebalkan jika kita sudah dalam mengerjakan tugas kelompok, dominasi mu sangat keliahatan, dan baru-baru ini aku mendengar pembicaraan teman-teman akan sifatmu yang cukup egois. See...tidak hanya aku saja rupanya. Tapi aku tidak bergabung dengan mereka untuk membicarakanmu, aku tidak terlibat banyak dengan pendapat mereka, dan terbawa perasaan yang lebih lanjut lagi. Aku akui diluar dari sikap menyebalkanmu yang satu itu, kamu orang menyenangkan, pada beberapa hal kita seirama dan sangat cocok, orang-orang bahkan mengatakan kita seperti ‘kembar’, bukan kemiripan pastinya, karena muka kita berbeda, tapi karena kedekatan kita.

Ketika aku sedang berhadapan dengamnu dalam segala hal, khususnya dalam mengerjakan tugas kelompok, Aku lebih ingin menjaga sikap, mengatur sikap, mengalihkan perhatian, bercanda, menyeletuk cuek sambil ngebanyol seperti comment-mu akan sifatku.

Jika orang lain tak bisa membantumu, kamu tidak akan memaksakan mereka, kamu akan bergerak sendri, kamu akan berusaha sendiri, dan kamu akan mencari tau sendiri. Dan kamu berhasil, kamu bisa membuktikan bahwa apa yang kamu kerjakan baik, kamu bisa melakukanya, yes u did it by urself, kamu pintar, aku katakan kamu orang yang cerdas dan cepat menangkap pelajaran, belum lagi sikapmu yang cepat akrab dengan orang lain.hmmm

Namun, sadarkah kamu, ketika kamu mengerjakan tugas kelompok sendiri, kamu anggap apa mereka? mungkin mereka males juga berargumen denganmu, karena dari sepenilaianku, kamu susah menerima pendapat orang lain, bahkan pendapatku, orang yang cukup dekat denganmu. Sehingga mereka lebih memilih menyerahkan semuanya padamu.

Aku tau life is hard, dan ini sesuai dengan dirimu sangat suka belajar dan selalu berusaha menjadi lebih baik. Tapi, kadang kamu tidak menganggap mereka. Kamu menganggap beban ini kamu pikul sendiri, kamu anggap apa kami? Aku tawarkan kamu bantuan, tapi kamu langsung menolaknya, kamu memilih mengerjakan sendiri. Kali ini aku tersinggung sobat.

Bisakah agak santai sedikit?
Ambisi mu, semangatmu dinilai orang baik, namun ternyata jika dilihat lebih dalam, itu hanya untukmu sendiri. Aku menyesalkan itu. Kamu ingin menyelesaikannya dengan cepat, tapi ada faktor-faktor lain yang kamu lupakan seperti melibatkan anggotamu, share segala kendala yang mungkin muncul saat kamu mengalami persoalan, perasaan yang senang (karena aku tau kamu mengerjakannya seolah-olah terburu-buru, kejar deadline) dan komunikasi. Kamu sibuk dengan dunia mu.

Mungkin ini baik supaya tahan mental di dunia kerja, tapii.....lagi-lagi kamu lupa....kamu mengorbankan dirimu untuk menyelesaikan tugas, dan mereka mengorbankan hati mereka untuk melihat mu yang terus-terusan egois. Bersantai sendikir bukan berarti menyerah bukan??

Aku mendengar percakapan orang tentangmu “Kalo SA egois gitu, kalo di dunia pekerjaan gimana?” dalam lubuk hatiku meng-iyakan pendapat mereka. namun disatu sisi aku melihatmu sebagai sorang yang pintar dan menyenangkan, kecuali yang satu itu.

Aku dilema akan kamu, sifatmu itu, dalam hal ini aku bukan sebagai orang yang hanya mengamati kamu, tapi aku sebagai sahabatmu, sebagai orang yang sering berhubungan denganmu. Bagi mereka tidak memiliki waktu yang lama bersamamu atau berhubungan atau mengerjakan tugas denganmu mungkin akan tau luarnya saja.  
 Ternyata benar, semakin kita dekat dengan seseorang, menjalin banyak hubungan dan komunikasi, ada 2 hal yang memungkinkan untuk terjadi iyaitu semakin akrab dan suka atau perselisihan. Seperti halnya aku, yang akrab denganmu, tapi juga tidak jarang berselisih. Walau itu hanya terjadi dibenakku, dan aku yang memilih untuk mengalah.

Aku tidak menganggap diriku korban akan tindakanmu. Aku mencari posisiku sendiri, mencari kesenangkanku sendiri, membuat diriku senang bahkan tidak jarang aku ikut menyenangkanmu saat aku tidak merasa senang akan sikapmu, saat kamu sibuk dengan duniamu sendiri. Dan kamu tertawa melihat kekonyolanku, atau celetukanku. It’s oke, that’s my way. Itu caraku menyemangati diri sendiri, bahkan ketika orang lain tak peduli padaku.

Aku tidak mau dikasihani. Mereka tidak tertarik pada permasalahanku akan sifatmu. Mereka lebih tertarik dengan hasil kerja kerasmu yang baik. Karena hasil kerjamu yang baik, kamu seolah-olah melindungi kelompokmu dan kelompok tentunya mendapatkan nilai yang baik. Tapi lebih dari itu, seorang pemimpin, juga penting mempercayai anggotanya dan mendengarkan pendapat mereka, memberi saran dan menyemangati anggotanya saat mereka binggung atau kesusahan. Bukan hanya melindungi kelompok karena ketuanya berusaha sendiri.

Tak bisa aku memberikanmu nasihat, karena aku tak yakin kamu akan mendengarkanku. Aku mengira-ngira bahwa kamu akan merasa apa yang kamu lakukan sudah benar sejauh ini, kamu mendapatkan nilai, ilmu, pengalaman dan kamu mendapatkan teman, keceriaan, kerjakeras dan berdoa di gereja. Aku pun tidak bisa terus menerus bersu’uzon akan sikap mu, karena pada dasarnya aku malas membicarakan tentang kejelekan orang, jadi aku lebih memilih untuk mengalihkan perhatian dan mereduksi pikiran-pikiranku, sukur-sukur jika pendapatku dan teman-teman lain kamu dengar.

Mungkin suatu saat ketika kamu membaca ini dan merasa, mungkin akan ada penolakan atau alasan atau belaan pada diri sendiri atau ada hal-hal yang menurutmu tidak sesuai atau merasa pendapat ku dan orang lain tidak beralasa karena pada saat kamu membacanya mungkin kamu sudah menjadi orang yang sukses dengan kerja kerasmu. ketika aku menulis ini, bukan karena rasa iri, su'uzon, sok tau ataupun merasa diri ini lebih baik dari pada kamu. tidak. aku hanya ingin mendapatkan kelegaan. 

Setiap orang cenderung akan membela diri sendiri, baik aku, kamu maupun mereka. Diluar dari itu, bagaimana kita dapat meng-control, menjaga dan menjadi mandor atas Ego diri
Semoga tidak ada kesalahpahaman diantara kita sobat dan kita akan selalu berkawan J
Sekian.
Love,


Sunday, December 11, 2011

Senyuman sederhana penuh doa

Mother how are u today? This is a note from ur daughter.
Mamaku yang aku sayangi makasi untuk selalu tersenyum untukku, bahkan ketika dirimu sedang dalam keadaan merana.
Ma, Makasi untuk selalu mengantarku pergi dengan senyuman yang berpesan agar aku cepat kembali lagi di pangkuanmu
Sebentar lagi aku akan pulang dan aku akan melihat senyuman itu, senyuman tegar seorang ibu, senyuman yang tulus tak mengharap apa-apa dari anakmu setelah pergi dirantau.
Senyuman sederhana yang selalu menyambutku pulang.

Yes, it’s 1.35am

Belum bisa kupejamkan mata. Aku baru saja melewati masa senang bersama kawan-kawan. Belakangan ini aku selalu menghabiskan akhir pekan dengan berkumpul bersama teman-teman, ini sangat membantu memulihkan semangat dan mood setelah 5 hari disibukan dengan tugas, khususnya makalah yang tak pernah absen. Walaupun kadang sabtu dan minggu ku pakai untuk begadang mengerjakan tugas, tapi setidaknya beberapa jam ku luangkan bersama teman-teman sekedar share, tertawa bersama, dan melepas kejenuhan. Mereka sangat menyenangkan. Mereka sudah kuanggap keluarga, tentu saja keluarga, karena siapa lagi yang akan menjadi sandaran ketika sedang dirantau kalau bukan teman, setidaknya teman dikamar sebelah, hehe

Setelah bermalam minggu aku kembali ke dalam ruanganku, bersiap-siap menikmati kesendirian. Sengaja aku memilih untuk mendengarkan musik sebelum tidur, sebagai penghantar. Kutarik selimut tebal buatan nenek, menambah rasa hangat. Kupejamkan mata dengan damai.

Namun, rupanya damai belum mau datang, teringat lagi canda tawa teman-teman. Diantara tawa, terselip satu senyuman, senyuman milik seorang yang sudah lama tak kulihat, senyuman seorang yang tak pernah henti mendoakanku, senyuman yang tak ada tandingannya, bahkan untuk seorang Anjelina Jolie sekalipun.

Mama, apakabar ma? Ku tak bis tidur memikirkan kabarmu, senyum dan wajah tegarmu melintas sesaat sebelum aku tidur.

Tak sabar ingin melihatmu, ingin memelukmu, ingin tidur dipangkuanmu sambil menemani mama menonton sinetron favorit mama walau aku sendiri tak mengerti jalan ceritanya.
Aku harap mama baik-baik saja sama ogen dan aceng, semoga mereka tidak nakal atau membuat mama kerepotan.
Mengingat mama, selalu membuatku mengingat papa, papa yang sudah lebih dulu dipanggil sang Khlalik. Semenjak kepergian papa, sebenarnya aku tak tega meninggalkan mama sendiri, namun aku harus melanjutkan kuliahku di kota kecil ini.

Kenangan papa selalu menjadi bagian dari anganku akan Jakarta. Saat aku mengingat jawal kepulanganku seminggu lagi, aku langsung mengingat papa.Dulu papa selalu menunggu kepulangaku di depan terminal dengan mobil tuanya, namun itu tak akan kutemui lagi. Aku rindu ma....

Setelah kepergian papa, setiap pulang ke Jakarta, aku takpernah turun di terminal lagi, aku selalu turun di jalan. Aku tak ingin orang-orang menganggapku aneh karena menangis dalam keramaian.
Kesedihanku mungkin tidak sebanding dengan kesedihan mama, mama yang biasanya mendampingi papa dirumah, mama yang biasanya mendampingi papa saat suka dan duka, mama yang biasanya menyediakan papa makan dan mama yang tiap detiknya selalu bersama benda-benda kenangan papa. Sedangkan aku, aku berada jauh dari itu, kadang ingat kadang tidak.

Aku harap mama baik-baik saja, maaf aku jarang menelepon, aku jarang menyempatkan untuk pulang jakarta walau hanya 2-3 hari saja. Maaf ma.....
Aku tidak mau mengatasnamakan kesibukan walaupun aku memang sibuk disini. Pulang kembali kerumah, melihat keadaan mama dan adik-adik, menjenguk mama sudah menjadi bagian dari kewajibanku, namun aku lengah dan lupa. Maaf ma....Jakarta Salatiga memang tidak terlalu jauh, hany amenempuh jarak 12 jam namun aku tidak menyempatkannya.

Malam ini aku merindukan mama, amat sangat merindukan mama,... :’)
Minggu depan aku akan pulang, tunggu aku ya maaa
Nanti kita belanja dipasar bareng, nanti kita shopping bareng, kita nonton sinetron bareng, kita tidur bareng, kita ke rumah mama wati barang, ku persembahkan waktuku untuk mu ma...

Sambut aku dengan senyuman itu, senyuman yang menjadi alasanku untuk pulang, menjadi alasanku untuk tetap semangat untuk menggapai cita-citaku, senyuman yang selalu memotivasiku untuk kelak menjadi orang yang berguna. Senyuman yang menyertai segala scene hidupku.

Dalam senyumanmu ada harapan, dalam senyumanmu ada doa, dalam senyumanmu ada damai.
Ya Allah berikanlah kesehatan untuk Mama, keberkahan, dan kebahagiaan.
Aku sedih karena tak mendapatkan beasiswa, ya aku sedih karena aku ingin mendapatkannya untuk membahagiakan mama, namun aku lebih tak ingin tak mendapatkan dan menemui senyuman itu ketika aku pulang nanti, apalagi jika ia melihat aku yang sedang kecewa dan tidak bersemangat. Jaga ia ya Allah, berkahilah ia dalam lindunganMu.

Aku tak mau patah semangat, senyumannya harus kubalas dengan senyuman. Senyuman yang tak membuatnya khawatir, tapi senyuman yang dapat membuatnya bahagia. Mom.
Sudah malam, mataku sudah sembab, ditambah ada lengkukan hitan dibawah mataku.
Malam ini aku ingin mimpiin mama dan papa.<3

Love,