Friday, November 19, 2010

satu hari untuk ku

17 november ultah ku,,ga nyangka dapat kado terindah dari pasangan. Tiba-tiba dia berdiri di depan pintu gerbang kos. Pengen kiss n hug buat ngeluapin rasa terkejut dan terharu tapi ga enak sama tetangga. Alhasil, kami hanya duduk di depan kos, binggung mau ngapain karena aku memang tidak berencana mau kamana-mana saat itu. Hanya ingin di kos mengarjakan tugas dan membalas satu per satu ucapan selamat di jejaring sosial.

dua kali sudah aku dikejutkan oleh kedatangannya yang tiba-tiba, ga bisa bayangin meronanya pipiku saat itu. Hari itu kami hanya duduk diruang tamu dari pagi sampai sore, ia menemaniku membuat tugas kuliah yang menumpuk. Sore hari kami pergi keluar dan menemaninya beli tiket karena ia hanya punya 1 hari libur dan itu ia gunakan untuk menemaniku di hari ultahku.

Hanya 1 hari saja....

1 hari ia sisihkan untuk ku, untuk hari ku..bahagianya aku

Pagi hari ia datang dari jakarta ke kos ku di salatiga, jawa tengah, dan malam hari ia pulang ke lagi ke jakarta karena esok harus bekerja.

Memang hari itu kami lewati biasa-biasa saja, tapi yang membuat spesial adalah ia, p

acar sekaligus sahabatku. Tak bisa ku hitung berapa hari yang kami lewatkan dengan diam-diam, karena kami memang melakukan hubungan backstreet karena tidak disetujui keluargaku. Tapi aku dan dia berjanji akan memperjuangkan hubungan kami,i trust him.

Kami sudah punya rencana untuk masa depan kami dan berdoa supaya itu kehendak dan takdir Tuhan untuk menyatukan kami.

Malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB, sebelum ia pulang ku genggam tangannya erat,,aku tak bisa mencium dan memeluknya, kami harus menghindari itu sebelum saatnya tiba.

Ku genggam tangannya erat serasa beban-beban yang ada di pundakku hilang. Kupejamkan mataku, untuk lebih menghayati sentuhan ini.

Ku renggangkan sedikit genggamanku karena takut membangunkan tidurnya yang hanya di kursi depan kos.

Aku rasakan sentuhannya dengan lembut, mencoba mengingat hari-hari yang kita lalui walau hanya sebulan sekali karena jarak jakarta-salatiga yang jauh.

Sebulan sekali menjadi penting untukku dan dia, kurasakan beban kami, beban ku dan dia. Tanpa sepengetahuan dia, air mata ku menetes. Kurasakan sentuhan ini, sentuhan yang membuatku tidak merasa sendiri lagi, sentuhan yang mengingatkan ku bahwa ia selalu menjagaku, dan seperti kata orang psikologi bahwa sentuhan adalah cara untuk membebaskan diri dari segala macam permasalahan.

Sentuhan orang lain membuat kita merasa tidak sendiri, membuat kita save, can share each other. Semakin dalam rasa dan semakin kuat genggamanku membuatnya terbangun. Kupandangi wajahnya yang sebentar lagi akan pergi. Kuucapkan terimakasih untuk hari ini. Sebelum ia pergi ia ucapkan “ Selamat hari ulang tahun sayang, I love u”